-P E N G E N A L A N-
Selamat, entah harus saya katakan pagi, siang, sore, atau malam. Saya harap, kalian dalam keadaan yang sedang tak buruk. Yang penting, kita semua di datangkan dalam blog ini untuk mendapatkan hiburan, berbagai macam pengetahuan, baik itu umum maupun tidak formal ( tak ada bedanya bukan antara umum dan tidak formal ? Iya memang sengaja. Karena bagi saya, segala hal yang mengatasnamakan 'formal' itu terlalu menekan dan memaksa. Kok bisa ? Karena berdasarkan pengalaman saya, saya duduk di bangku SMA. Dan bagi saya, SMA adalah hal formal dan tes - tes tertulis nya hanyalah sebuah formalitas. Saya tidak yakin sepenuhnya jika sekolah saya akan menjamin kesuksesan saya. Karena, apakah dengan ditindas beberapa macam aturan serta sistem belajar menunjang kesuksesan ? Waduh, saya jadi ngelantur kemana - mana. Kembali ke topik. )
Baiklah, akan saya mulai ini dengan sedikit penjelasan tentang siapa itu saya. Bapak saya seorang dosen S3 IPB. Seorang punggung keluarga, mencari uang lewat kepintarannya dalam matematika. Walau kadang saya selalu membelanjakan uangnya semena - mena, tapi saya sayang bapak. Mama saya adalah seorang pejuang tangguh. Bukan penjajah, inlander, atau perompak yang dia lawan. Namun ketulusan hatinya dalam melawan keegoisan, cukup saya bilang jika dia adalah seorang pejuang yang tangguh. Melawan ego karena harus mengalah untuk anak - anaknya, mengorbankan banyak waktu untuk memastikan keadaan keluarga yang dirumah baik - baik saja karena bapak saya seorang dosen di Universitas Cendrawasih, Jayapura. Kakak saya adalah mahasiswa IPB diploma. Hobi mengkritik hal - hal spele.
Dan, saya sendiri adalah seorang belia meranjak dewasa dengan umur 17 tahun kelahiran 2000. Sempat menjadi juara kelas saat kelas 4 dan 5 SD. Pernah mengalami 'cinta monyet' saat sd, menyatakan perasaan konyol lewat panggilan telepon, dan hingga sekarang belum menyatakan pada 'cinta monyet' saya bahwa kita sudah tidak pacaran. Tapi, biarlah. Waktu akan menghapusnya perlahan. 2012 lulus SD dan melanjutkan sekolah di SMP Negeri 2 Bogor. Senang, punya lebih banyak teman. Ikut ekstrakurikuler Paskibra dan keluar karena pelatihnya galak ( maklum, mental anak baru smp. ) Tapi terimakasih karena dia saya pernah merasakan minum air keran, harus menghabiskan satu botol air mineral untuk 20 orang, dan hal - hal seru lainnya. Pernah jatuh cinta saat kelas 8 yang sayangnya kepada perempuan yang 'famous' di sekolah saat itu. Patah hati, saat terakhir kali saya sms ( masih pake standar bukan smartphone saat itu ) dia dan dibalas ," Jangan deketin gua lagi. ". Kelas 9, dapat teman yang lebih asik. Ada seorang pembalap, pemilik minyak, wartawan berwawasan, dan masih banyak lagi. Dan lulus.
Lanjut ke SMA Negeri 4 Bogor. Dipilih menjadi ketua murid karena menurut teman sekelas saya, ketua murid sebelumnya tidak terlalu memperhatikan tanggung jawabnhya sebagai ketua murid. Hal konyol terulang, jatuh cinta. Pada seorang gadis tinggi, cantik, jenong. Pertama kali menyatakan cinta lewat lisan tatap mata. Gagu, terbata - bata namun terucapkan. Akhirnya, saya dapat. Sekitar 9 bulan menjalin hubungan, retak. Kurangnya kepuasan dalam satu pasangan, pergi. Saya lapang dada, sering menangis.
Sekitar 2 bulan setelah putus, seperti ada yang menepuk bahu saya. Seakan bergumam pelan ," Bro, kalemin. Dia bukan satu - satunya. ". Saya ikuti sarannya, si penepuk bahu, dan dia benar. Dengan digandeng macam - macam lagu indie, dia menuntun saya ke alam yang sangat luas. Seperti menghibur saya dengan lantunan - lantunan puitis nya, nada mendayu yang terdengar seru walau sesekali haru nan pilu. Genap sudah di 3 bulan setelah putus, saya menjadi pribadi yang lebih menyenangkan ( walau hanya menurut saya. ). Dengan banyak membaca novel serta mendengar berbagai macam musik, saya yakin akan melupakan kenangan manis nan pait itu. Dan sekarang, saya sangat penasaran dengan apa yang akan saya dapati lagi dari kehidupan ini.
Sekian. Semoga kita bisa menjadi teman. Terimakasih.
Komentar
Posting Komentar